Rabu, 02 November 2016

Bahasa Inggris Bisnis

Inquiry Letter
Inquiry letter is a kind of letter of request or a request for information about a product, service, jobs or other business information. In general, a common function of this letter is to respond to an advertising from information sources such as newspapers, magazines or electronic media about a product / service as we are interested in the informasih obtained. Usually, this letter is a first step in building a business or cooperation of the two parties, namely the providers of products / services and buyers of products / services. In this letter, there are some things that are discussed by the provider of the service / product that is the question of the buyers in order to help the buyer itself to find out information about products / services.
These things include:
a. The name and type of product
b. Product specification, namely; type, size, quality, capacity and others;
c. The unit price.
d. Discounts;
e. The method of payment from the buyer to the seller;
f. How to delivery of the product from the seller to the buyer, and
g. The ease with which may be obtained by the buyer, such as warranty and others.





Cloud Clothes Distro Of Indonesin Product
100 Margonda Street
Depok, West Java, Indonesia
November 11, 2016

Rama Dharmawan, Executive Director
PT. INDONESIAN PRODUCT
Merdeka Street, No 11
Bogor 16710

Dear Mr. Rama,
            When we attended Bogor fair, we visited your stand and we are very interested in the results of garment exhibited.
            Associated with it, can we have the details of your products with the sample, and the term of payment and price list, besides it, also can you give us details of discounts, and delivery time after an order. If the result are satisfactory and the terms can be agreed upon, we will do a big order as soon as possible.
            We look forward to receiving your reply soon.


Sincerely



Destika Fizriani




Sumber:

Minggu, 16 Oktober 2016

PERUSAHAAN E-COMMERCE

·         Sejarah TRAVELOKA
Teknologi yang semakin maju memudahkan manusia, termasuk dalam hal mencari tiket pesawat. Saat ini kita tidak perlu lagi ke bandara atau pergi ke travel untuk memesan tiket pesawat. Cukup dengan internet dan perangkat komputer bahkan smartphone, kita dapat menemukan tiket pesawat yang diinginkan. Berkembangnya transaksi online ini Indonesia menajdi kesempatan bagi Ferry Unardi pendiri Traveloka.com di tahun 2012. Kehadiran Traveloka menjawab kebutuhan masyarakat atas proses pemesanan tiket yang mudah dan praktis. Berdirinya Traveloka berawal dari pengalaman pribadi pria kelahiran Padang, 16 Januari 1968 ini. Merasa kesulitan dalam mencari tiket pesawat tujuan Padang dari Indianapolis, Amerika Serikat. Kemudian menjadi peluang usaha untuk menyediakan jasa Online Travel Agent. Ferry ingin membuka usaha yang dapat memberikan kemudahan perjalanan yang sesuai kebutuhan konsumen. Dibantu dengan dua rekannya saat bekerja di Microsoft, Derianto Kusuma dan Albert, maka lahirlah Traveloka.com. Pria lulusan Purdue University ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dalam membangun agen perjalanannya. Awalnya, travel online ini  bergerak dengan skala bisnis kecil sebagai mesin pencari tiket pesawat dan dan reservasi hotel. Saat internet di Indonesia sedang berkembang, rintisan usahanya mulai dilirik banyak orang. Dalam kurun waktu beberapa bulan, pelanggannya semakin bertambah dan bisnisnya semakin berkembang. Meskipun begitu dalam merintis usahanya, dia juga menemukan kendala dalam memperoleh kepercayaan. Semua dilaluinya dengan memberikan pelayanan terbaik dan sifat optimisnya. Kendala yang masih dirasakannya saat ini adalah banyak maskapai yang belum bisa menyediakan tiket dalam jumlah besar, tetapi menurutnya semua dapat diatasi siring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia. Saat ini Traveloka didukung oleh 144 tenaga professional ahli dengan latar pendidikan dari dalam dan luar negeri. Dengan begitu mereka semakin mampu menciptakan berbagai inovasi mengembangkan pelayanan sehingga semakin baik. Agar masyarakat semakin mengenal Traveloka, Ferry sedang gencar melancarkan promosi dan marketing, menggunakan jejaring sosial sepertiWebsite dan Twitter dan media televisi. Situs ini sudah diakses oleh lebih dari 150.000 kunjungan dan berhasil menjual puluhan ribu tiket setiap harinya. Traveloka berhasil unggul dan menjadi situs booking pesawat nomor satu di Indonesia dengan berbagai tawaran yang menarik. Diantaranya adalah memberikan pilihan harga tanpa membebankan biaya transasksi kepada konsumen, pelayanan 24 jam melalui email, telepon dan media sosial dan metode pembayaran yang beragam sehingga memudahkan customer. Fokus dari Traveloka saat ini adalah mempertahankan dan membesarkan bisnis agen perjalanan dengan membuat desain web semenarik mungkin sehingga lebih mudah dipahami oleh konsumen.
·         Apa keuntungan lain memiliki Traveloka App?
1.      Hemat kertas
Bagi Anda yang sangat memperhatikan konsumsi kertas sehari-hari, tidak print e-tiket akan sangat menghemat kertas. Menurut data IATA (International Air Transport Association), setidaknya setiap tahun orang di seluruh dunia menghabiskan 50.000 batang pohon untuk keperluan cetak e-tiket.
2.      Lebih cepat
Anda sibuk? ingin semua urusan selesai dengan cepat? Kalau begitu buat apa cetak e-tiket segala kalau sudah tersimpan di Traveloka App? Karena setelah melakukan pemesanan di Traveloka, e-tiket otomatis terkirim ke Traveloka App dan bisa dilihat walau tanpa koneksi internet.
3.      E-tiket tidak akan hilang
Semua orang pernah lupa namun hati-hati untuk urusan tiket, jangan sampai batal terbang karena tiket ketinggalan. Solusinya, pakai Traveloka App saja karena e-tiket tersimpan di dalamnya, selamanya dan tidak akan hilang.
4.      Tanpa repot
Kalau bisa cepat buat apa dibuat repot? Kalau check-in ke bandara/hotel pakai Traveloka App saja bisa, buat apa pakai cetak e-tiket segala? Download Traveloka App gratis untuk Android atau iPhone/iPad Anda sekarang.
·         lima keunggulan travel app berikut ini:
a.       Tak perlu bawa laptop yang berat
Ucapkan selamat tinggal pada laptop! Dengan menginstall travel app di smartphone, kamu tak perlu lagi repot membawa laptop ke mana-mana untuk transaksi.Dengan smartphone, kamu bisa pesan kamar hotel meskipun sedang berdiri berdesakan di dalam bus. Bayangkan jika harus melakukannya melalui laptop. Untuk dapat menyalakan laptop saja butuh perjuangan, apalagi sampai menyelesaikan proses transaksi.
b.      Ada promo spesial khusus app
Ada banyak penawaran menarik yang diberikan khusus kepada pengguna travel app. Jika penawaran spesial biasa diberikan melalui kuis di media sosial dan sebagainya, saat ini travel app menjadi alat promosi paling jitu.Kamu bisa mendapatkan harga kamar hotel yang lebih murah jika melakukan transaksi melalui app. Menyenangkan, bukan? Sudah praktis, harga yang ditawarkan pun bisa lebih miring dibandingkan harga versi desktop biasanya.
c.       Tidak akan melewatkan batas waktu pembayaran
Waktu pembayaran melalui transfer via ATM biasanya akan berakhir dalam waktu sekitar 1-2 jam. Dengan travel app, kamu bisa menghemat waktu karena transaksi bisa dilakukan sambil berjalan ke ATM. Hal ini tentu tak bisa kamu lakukan jika booking dilakukan dengan laptop.
d.      Pantau arsip pemesanan dengan mudah
Dalam satu bulan, kamu harus bepergian empat kali ke kota berbeda? Sulit menyimpan rincian pemesanan tiket pesawat dan hotel? Hal ini tak akan terjadi jika kamu memesannya melalui travel app.Sekali login, semua rincian booking bisa dilacak. Rincian tiket pesawat dan kamar hotel yang telah dibooking bisa kamu lihat dengan mudah dalam satu halaman.
e.       E-tiket bisa dilihat secara offline
E-tiket di aplikasi juga bisa menghemat kuota internet kamu. Travel app mampu menampilkan e-tiket dan voucher hotel kamu meskipun dalam kondisi offline.Ssstt, install travel app juga bisa menjadi bukti bahwa kamu sayang lingkungan! Tak perlu lagi mencetak tiket dalam selembar kertas seperti yang biasa dilakukan saat memesan melalui desktop. Cukup tunjukkan e-tiket atau voucher hotel saat check-in di bandara atau di hotel.

Sumber :

Minggu, 02 Oktober 2016

Bahasa Inggris Bisnis

Part Of Business Letter

Letter Head
A letter head consists of a name and address of a firm that sends a business letter. It sometimes consists of telephone number, address of branch of offices, names of CEO. It is usually printed on the top of the paper.
Example:
A.     ENGLET & BROT LTD 115 Downing Street LONDON- ENGLAND
B.     GOOGLE MILLS INCORPORATION 499 NORTH WARREN AVENUE SYRACUSE 2, NEW YORK
Date Line
It consists of date, month, year or (month, date, year). If there is no Letter Head, make sure you put the name of the city before the date line.
Examples :
23rd November, 2013      or  November  23rd, 2013
28 July, 2013                 or    July 28, 2013
If there is no letter head in a letter, you must write a full address of the sender, example :
115 Downing Street, London
June 28th, 2009
Inside Address
It usually consists of 3 or 4 lines, :
The name of a person or the firm you are   writing  to.
Number, the  name of the street
The name of city ( A country when applicable)
Examples :
Mr. Prana Pramudya
115 Downing Street
London

Mmes. Robert Thompson & Audrey
112, Downing Street
London E.C. 2, England
Attention Line
Business letters are usually  more addressed to companies than to one person. But, sometimes this form of written communication should take place between company and  company  or between company and a person and vice versa. In this situation we need to use what people call "attention line". We mostly use attention line for the following three reasons :
  • We want the letter directly delivered to a certain people in a company.
  • We do not know the person's name we are writing to and we decide to write to the company he or she works in.
  • We want the letter to reach a person we are writing to faster.
Attention line is usually put after inside address.
Example:
Gifted Restaurant  16771 Fifteen Avenue New york, N. Y. 
Attention  :  Miss Rachel White
Salutation
British Style
Examples:
Dear Sir,
Sir,
Dear Sirs,
Dear Madam,
Mesdames,
American Style
Examples:
Dear Sir:
Sir:
Gentlemen:
Dear Madam:
Mesdames:
If you know the person you are writing to, you can use the style below which is more personal or informal
Dear Mr. Brown,
My dear Madam Tiara,
Subject Line
Subject Line is usually capitalized and underlined:
Examples:
Body of The Letter
A  good letter body should fulfill the following requirements :
  • Concise / short : Never make up sentences just to make a letter look longer.
  • Simple : Avoid making up complex sentences. Try to make up a simple sentence.
  • Systematic : Always put your ideas in order from A to Z. ( From opening paragraph to closing paragraph there should not be any repetitions)
Body of the Letter consists of 3 paragraphs :
  • the opening paragraph
  • the content paragraph
  • the closing paragraph
Complimentary Closes
Complementary Closing usually consists of 2 lines:
  • Closing Words / Expressions
  • Name of Firm


Examples:
Yours truly,
Wisnu & Ninda LTD

Truly Yours,
Wisnu & Ninda LTD
Signature Line
Business letter signature line
Usually consists of   signature  of  the     person    who    writes    the business letter. Below the signature we usually put our  name. Below our name, sometimes we put our  title  or  position  in  the  company   or institution  we work in.   Mostly,  this  is  just  to inform the person who has not known us before.
Examples :
signature

Adam Williams
Customer Relation Manager

signature



        Adam Williams

Identification Initials
Identification Initials are usually used by large-sized companies for administrative purposes only.
Identification Initials mainly have two functions :
a)      to give information about the secretary or the author of a business letter.
b)      to provide data in case of some incidents or errors. 
Identification Initials are generally put at the left-hand bottom, just after the signature line. They are sometimes put at the same line with the date line.
Example :
J.B./m.h.
The identification initials mean that the author is Jack Brown and the secretary/clerk is Meredith Harrison.
Business Letter Format
There are several main sections that are consistent with every business letter format. When writing a business letter, be sure to include all components:
  • The Heading: common with every business letter format, the heading contains your address and the date of writing.
  • The Inside Address: included the name of the addressee, that person’s title or office, the name of the company or institution, and the full address
  • The Salutation: the formal greeting appears two lines lower than the inside address.
  • The Body: use the body of your letter to explain the situation and to make your request or response. Make sure it is done in a straightforward and concise manner.
  • The Complimentary Close: the complimentary close is inserted three lines below the last line of the body. The most common formulas are: Sincerely, Sincerely yours, Yours truly, Yours sincerely.
  • Your Typed Name: in all business letters, there are usually four lines between the complimentary close and the typed name as you intend to sign it.
  • Your Signature: always use blue or black ink. Match your signature and your typed name.
  • Special Notation: lowest on the page, always flush left. Includes common notations to indicate: carbon copies,enclosed documents, etc...
Business Letter Styles

Business readers expect to receive letters and memos that adhere to an existing format standard. There are several acceptable business letter styles available for use in the professional world. Three such business letter styles include:
  • Modified Block Style: With this business letter format, the body of the letter is left justified and single-spaced. The date and closing, however, are in alignment in the center of the page.
  • Block Style: when using this business letter format, the entire letter is left justified and single-spaced except for a double space between paragraphs.
  • Semiblock Style: similar to the modified block business letter style except that each paragraph is indented instead of left justified.
Sumber:

Senin, 18 April 2016

Analisa Kasus Sumber Waras Dalam Mata Subjek Hukum

Analisa Kasus Sumber Waras Dalam Mata Subjek Hukum

Sudah beberapa pekan ini kita di hidangkan oleh kasus yang luar biasa disaat mendekati pilkada DKI Jakarta dengan keluar nya kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras dimana kasus ini mencuat akibat hasil audit BPK yang mengatakan pembelian RS Sumber Waras yang dibeli oleh pemprov DKI telah merugikan negara sebesar 109 M yang menyeret gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok.

RS Sumber Waras merupakan rumah sakit yang berada dalam dua wilayah yaitu jalan tomang utara dan jalan kyai tapa yang mengakibatkan kasus ini muncul. Sebagaimana dikutip dari berbagai media hater ahok bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan hasil audit investasi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal Desember 2015 lalu.

Dalam temuannya, BPK menyebut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalah dalam pembelian lahan 3,6 hektar RS Sumber Waras sebesar Rp 755 Miliar. Menurut BPK, dalam proses pembelian lahan tersebut setidaknya terdapat enam penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan. Poin yang menurut BPK paling fatal adalah terkait Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) RS Sumber Waras yang mencapai Rp 20.755.000 per meter.
Padahal versi BPK, seharusnya NJOP untuk tanah yang berlokasi di jalan Tomang Utara itu hanya Rp 7.440.000.
PADAHAL FAKTANYA ADALAH: Berdasarkan data SIM PBB-P2 dari Direktorat Jenderal Pajak, NJOP lahan Sumber Waras  yang ditentukan pada 2013 naik dan disesuaikan menjadi Rp 20,7 juta.
Badan Pemeriksa Keuangan menyerahkan hasil audit investasi pembelian Rumah Sakit Sumber Waras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin. BPK menuduh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bersalah membeli 3,6 hektar senilai Rp 755 miliar lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat itu pada 2014.

Basuki alias Ahok punya dalih untuk mematahkan tuduhan itu. Bagaimana fakta sebenarnya? Berikut ini dokumen dan keterangan-keterangan yang dimuat Koran Tempo edisi 8 Desember 2015.

Lokasi Salah

BPK: Lokasi lahan Sumber Waras bukan di Jalan Kiai Tapa, tapi di Jalan Tomang Utara.

Ahok: Lokasi tanah Sumber Waras seluas 3,6 hektare itu berada di Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat bukan di Jalan Tomang.

FAKTA: Berdasarkan sertifikat Badan Pertanahan Nasional pada 27 Mei 1998, tanah itu berada di Jalan Kiai Tapa. Statusnya hak guna bangunan nomor 2878.
Jadi kicauan mantan orang kepercayaan SBY di akun twitternya sudah basi!! Karena jelas Ahok mengakui tanah tersebut di Jalan Kyai Tapa bukan di Jalan Tomang!


NJOP Keliru

BPK: Karena letaknya di Jalan Tomang Utara, basis pembelian lahan Sumber Waras memakai nilai jual obyek pajak jalan itu Rp  7 juta per meter persegi.
Ahok: Penentu NJOP Sumber Waras adalah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang menyebutkan pajak lahan itu mengikuti NJOP Jalan Kiai Tapa.

FAKTA: Faktur yang ditandatangani Satrio Banjuadji, Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah Grogol menyebutkan tanah itu di Jalan Kyai Tapa dengan NJOP sebesar Rp 20,7 juta.
Tentu saja yang menentukan NJOP Sumber Waras adalah Dirjen Pajak!!

Kerugian

BPK: Pembelian lahan Sumber Waras merugikan negara Rp 191 miliar karena ada tawaran PT Ciputra Karya Utama setahun sebelumnya sebesar Rp 564 miliar.

Ahok: Tawaran Ciputra itu ketika nilai jual obyek pajak belum naik pada 2013. Pada 2014, NJOP tanah di seluruh Jakarta naik 80 persen.

FAKTA: Berdasarkan data SIM PBB-P2 dari Direktorat Jenderal Pajak, NJOP lahan Sumber Waras  yang ditentukan pada 2013 naik dari Rp 12,2 juta sedangkan pada 2014 Rp 20,7 juta.

Pembelian tanpa kajian

BPK: Pembelian lahan Sumber Waras kurang cermat karena tanpa kajian dan perencanaan yang matang.

Ahok: Dibahas dan disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

FAKTA: APBD 2014: Pembelian tercantum di KUA-PPAS 2014 perubahan yang ditandatangani empat pimpinan DPRD 2014-2019: Ferrial Sofyan, Triwisaksana, Boy Bernadi Sadikin, dan Lulung Lunggana.

Sebenarnya sangat lucu sekali kalo menelusuri kasus ini dimana BPK kalo dimata subjek hukum ialah sebagai subjek hukum (Badan Hukum) sedangkan Ahok juga sebagai subjek hukum(Manusia) yang sangat perlu sekalian keadilan hukum di negeri ini tapi jika Ahok melaporkan hasil audit BPK peluang untuk menang juga sangat kecil seberapaa kuat pun ia menjadi subjek hukum belum terjamin juga dia dari hukum yang adil di negeri ini yang sudah sangat di nodai dengan intrik segala macam atas apa yang telah di perbuat oleh BPK

Tidak bisa dihabis pikir blunder yang dilakukan oleh BPK yang status nya sebagai badan audit tertinggi di negeri ini yang salah kaprah dalam penentuang wilayah tanah sebenernya BPK itu “Badan Pemeriksa Pertanahan” atau “Badan Pemeriksa Keuangan” .? Padahal badan pertanahan sendiri(BPN) secara gamplang mengatakan RS Sumber Waras berda di jalan kyai tapa

Ah..ntahlah apakah kasus ini sudah jatuh kepelukan ranah politik sebab kasus ini mencuat sangat berdekatan sekali dengan pilkada DKI Jakarta 2017 dan membuat para haters dan pesaingnya nyinyir sana sini tanpa tahu fakta sebenarnya ataukah ini cara ketua BPK untuk mengalihkan isu nya yang tercantum dalam Panama Papers ntahlah yang jelas mari kita berharap agar kasus ini cepat selesai dan gubernur DKI Jakarta tidak terlibat dalam kasus ini dan kasus ini terbukti keliru.
Sumber webnya :
Anjar Pramudya                      (2C214927)
Aprilla Putrikasari                   (21214468 )
Berlianna Indah Permata        (22214137)
Destika Fizriani                       (22214785)